Faiza Mardzoeki
Ketua Umum
Faiza Mardzoeki lahir tahun 1972, aktif di dunia gerakan perempuan dan dunia seni pertunjukan. Menjadi inisiator, produser dan penulis drama teater. Karya teater yang diproduseri dan dipentaskan dengan sukses adalah Perempuan di Titik Nol (2002), Nyai Ontosoroh, (sekaligus menjadi penulis naskahnya, tahun 2006-7) dan Perempuan Menuntut Malam (Monolog Tiga Perempuan, produser dan penulis naskah bersama Rieke Diah Pitaloka).
Ia juga pernah menjadi koordinator juri kompetisi penulisan naskah feminis oleh Justice For The Poor, World Bank Project (2007), Menjadi nara sumber dan jury pada pertemuan Panggung Perempuan Se Sumatra (2009) dan memberi workshop dan presentasi karya Nyai Ontosoroh pada International Women Playwright Confrence (Jakarta, 2006).
Tahun 2009 sedang menyiapkan karya They Call Me Nyai Ontosoroh/Mereka Memanggilku Nyai Ontosoroh versi lain dari Nyai Ontosoroh, adaptasi dari novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, sebagai penulis naskah dan produser untuk dipentaskan di Troppen Teater Amsterdam dan Tong Tong Festival Den Haag.
Selain itu ia pernah menjabat Koordinator Program Divisi Pendidikan dan Pengorganisasian Solidaritas Perempuan tahun 1997 s/d 2002. Ia juga menjadi anggota dewan penasehat Yayasan Komunikatif, sebuah yayasan yang bekerja untuk mengembangkan film documenter melalui produksi dan pelatihan di Indonesia. Pada tahun 2002, ia terlibat mendirikan Institut Ungu dan menjabat sebagai Koordinator Program. Mulai tahun 2009 ia menjabat sebagai ketua umum Institut Ungu.
Chika Noya
Koordinator Program Perempuan dan Media
Siska Dewi Noya atau yang biasa disebut Chika Noya sejak tahun 2001 aktif didalam gerakan perempuan, menjadi Asisten Koordinator Divisi Pengembangan Sistem Pemulihan Bagi Perempuan Korban Kekerasan di Komnas Perempuan dan menjabat koordinator divisi sampai dengan tahun 2007. Saat ini bekerja sebagai Program Officer Kartini Asia Network, suatu jaringan kajian feminis dan aktivisme perempuan se Asia. Bersama dengan tiga organisasi perempuan dari India, Sri Lanka dan Filipina ikut menggagas Youth Asian Women Leadership Forum pada Konfrensi Kedua Kartini Asia Network tahun 2008 di Bali dan aktif sebagai koordinator Q Discussion untuk Q Film Festival di Jakarta. Saat ini bersama dengan penggiat sineas perempuan Indonesia dan aktivis perempuan menyelanggarakan Festival Film Perempuan di Jakarta.
Pande K Trimayuni
Koordinator Program Humas dan Jaringan
Pande K Trimayuni is a researcher, writer and university lecturer. She is a Balinese who spent almost a half of her life out of Bali. Her hobbies are travelling and observing traditional art and crafts. Besides Balinese traditional art, She had had opportunities to learn the traditional art and crafts from many places around the world include: the native American, the Burmese, the Indian, etc. She got her Master of Sciences’ degree from the London School of Economics (LSE) United-Kingdom in Gender, Development and Globalization. She describes herself in three words: active, healthy and happy!
Rhoma Dwi Aria Yuliantri
Koordinator Program Riset dan Dokumentasi
Rhoma Dwi Aria Yuliantri, lahir di Kulon Progo, D.I.Yogyakarta, pada 1982. Saat ini sedang menempuh program pasca sarjana bidang Studi Sejarah Universitas Negeri Jakarta. Dalam hal riset bergabung dalam I:BOEKOE sebagai periset utama "Seabad Pers Kebangsaan (1907-2007)", 'Seabad Pers Perempuan (1908-2008)", "Almanak Abad Partai", "Kronik Seabad Kebangkitan Indonesia (1908-2008)". Buku yang telah ditulisnya (diterbitkan Merakesumba): "Lekra tak Membakar Buku: Suara Senyap Lembar Kebudayaan Rakjat 1950-1965", "Gugur Merah: Sehimpunan Puisi Lekra 1950-1965", "Laporan dari Bawah: Sehimpunan Cerpen Lekra 1950-1965". Selain melakukan riset mandiri ia juga aktif menjadi koresponden berbagai majalah dan jurnal perempuan.
IRINA DAYASIH
Bendahara
Lahir di Jakarta, tahun 1962. Setelah menyelesaikan pendidikan pada 1982, ia menjadi guru di sebuah yayasan pendidikan di Jakarta. Tak genap tiga tahun di sana, ia beralih ke organisasi non-pemerintah (NGO) dan berpindah sampai empat kali dari satu NGO ke NGO lainnya dengan masa kerja selama lebih dari 20 tahun, Pada tahun 1999 dan 2002 ia mengkoordinir penyelenggaraan pameran “Kartun untuk Demokrasi” yang diselenggarakan oleh Friedrich-Naumann-Stiftung – tempat ia bekerja – di enam kota besar di Indonesia.
Ia merupakan salah satu pendiri sekaligus Bendahara Institut Ungu – Pusat Seni Budaya Perempuan.
Saat ini ia menjadi Koordinator “Solidarite Indonesie” untuk wilayah Jawa dan sekitarnya. Solidarite Indonesie adalah sebuah organisasi yang berkedudukan di Paris.
Soe Tjen Marching
Anggota Dewan Penasehat
Soe Tjen Marching adalah seorang komponis, penulis dan peneliti feminis. Dia mendapat PhD di Universitas Monash, Australia dengan menulis disertasi tentang buku harian perempuan Indonesia. Sebagai seorang komponis, ia pernah memenangi kompetisi tingkat nasional di Indonesia pada 1998. Sebagai penulis, ia pernah memenangi beberapa lomba penulisan cerpen di Melbourne - Australia.
Kamis, 16 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar